<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Erwinaziz&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://erwinaziz.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://erwinaziz.com</link>
	<description>hampar jejakku</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 01:59:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='erwinaziz.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/fef168a353fd25df00044b9b3fc8a279?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Erwinaziz&#039;s Blog</title>
		<link>http://erwinaziz.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://erwinaziz.com/osd.xml" title="Erwinaziz&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://erwinaziz.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pelajaran dari Nenekku</title>
		<link>http://erwinaziz.com/2012/04/30/pelajaran-dari-nenekku/</link>
		<comments>http://erwinaziz.com/2012/04/30/pelajaran-dari-nenekku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 14:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[genksukasuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwinaziz.com/?p=5236</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu, ibu mendengar ada sesuatu yang terjatuh, orang dirumah segera mencari ke arah suara. Ternyata nenek terjatuh di depan pintu kamar. Entah apa sebabnya, nenek yang sehari-harinya masih sehat segar bugar kemana-mana masih akas (lincah), tiba-tiba pagi itu tubuhnya roboh ke lantai. Kami pun segera berusaha untuk kesembuhannya dengan membawa nenek ke Rumah Sakit. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=5236&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="lomba blog #sukasuka" href="http://www.genksukasuka.com/2012/04/lomba-blog-genksukasuka.html" target="_blank"><img class="alignleft" src="http://4.bp.blogspot.com/-9ELCcno_kJE/T3nlULGbCII/AAAAAAAAAak/WuiU0EIO69c/s1600/g.png" alt="lomba blog #sukasuka" width="220" height="265" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pagi itu, ibu mendengar ada sesuatu yang terjatuh, orang dirumah segera mencari ke arah suara. Ternyata nenek terjatuh di depan pintu kamar. Entah apa sebabnya, nenek yang sehari-harinya masih sehat segar bugar kemana-mana masih <em>akas</em> (lincah), tiba-tiba pagi itu tubuhnya roboh ke lantai. Kami pun segera berusaha untuk kesembuhannya dengan membawa nenek ke Rumah Sakit. Kata Dokter tak ada penyakit yang serius dalam tubuhnya, akhirnya setelah 1 minggu dirawat di Rumah Sakit, kami membawanya pulang.<span id="more-5236"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak kejadian pagi itu, kesehatan nenek turun drastis, berjalannya sangat pelan, selangkah berhenti selangkah berhenti, dan tak lepas dari tongkat yang dipegangnya. Dan entah kenapa, tubuhnya setiap berdiri atau pun berjalan tubuhnya jadi membungkuk. Pernah kami menyuruhnya untuk berdiri tegak, tetap tidak bisa.</p>
<p style="text-align:justify;">Nenek yang sebelumnya bertugas memasak untuk kakek, anak-anak dan cucu-cucunya, sejak kejadian pagi itu beliau pensiun dari tugas sebagai ibu rumah tangga.</p>
<p style="text-align:justify;">Disinilah babak baru dalam rumah kami dimulai.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena nenek jalannya pelan setiap satu langkah berhenti, maka kami menyediakan tempat untuk buang air kecil disebelah ranjang tidurnya, agar mudah jika sewaktu-waktu dia buang air kecil, karena jarak kamar mandi dan kamar tidur agak jauh, apalagi jalannya nenek seperti itu. Mungkin karena tak ingin merepotkan anak cucunya, beliau tak pernah mau menggunakan, nenek lebih memilih jalan ke kamar mandi, sehingga sering ngompol duluan sebelum sampai kamar mandi.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk hari-hari pertama kami sabar merawatnya, mengelap kencingnya yang di lantai, mencuci kain yang kena ompolnya, dan kadang juga memandikan. Tapi lama-kelamaan emosi juga. Sudah berkali-kali dibilangi kalau bangun tidur kencing di tempat yang sudah kami sediakan saja, tetep saja nggak nurut. Karena terlalu emosinya, pernah saya berteriak keras sampai tetangga kanan kiri dengar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap nenek yang berubah ada lagi. Saat makan, entah kenapa beliau seperti tak kuat memegang sendok, tapi beliau tak mau disuapi, dan setiap makan akan banyak nasi bertaburan disekitarnya. Saat ngompol aku bentak, saat makan pun aku bentak. Memang saat itu aku masih dikuasai oleh ego. Masih belum bisa mengendalikan emosi, benar-benar nenek membuatku jengkel. Makan tak mau disuapi, tapi jika dia makan sendiri nasinya jatuh kemana-mana. Tetangga dan saudara-saudara dari nenek menasehatiku, memang merawat lansia butuh kesabaran lebih.</p>
<p style="text-align:justify;">Untungnya saya harus pergi meninggalkan beliau bekerja di tempat lain untuk jangka waktu yang lama. &#8220;Ah&#8230; bebanku akan berkurang.&#8221; (pikirku waktu itu)</p>
<p style="text-align:justify;">Aku masih teringat, ketika akan berangkat meninggalkan rumah, aku tak ingin pamitan dengan nenek, teringat segala tingkah laku nenek membuatku semakin benci. Tapi ibu memaksaku, &#8220;bagaimanapun kamu harus pamitan dengan nenek.&#8221; Yang ada hanya rasa benci, jengkel, pada saat pamitan itu, tapi saya juga bisa nangis sampai tak bisa berkata banyak. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa bulan jauh dari keluarga, nenek meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Innalillahi wa inna illaihi rojiuun.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyesalan memang selalu datang terlambat. Jika aku tahu nenek akan meninggalkan kami selama-lamanya, mungkin aku akan berbuat yang terbaik buat beliau. Aku sangat merasa bersalah pada nenek, kasih sayangnya padaku selama ini belum aku balas sama sekali, malah aku balas dengan emosi. Astaghfirulloh. Semoga ini dijadikan pelajaran bagi siapa saja. Meskipun umur hanya Alloh yang Maha Tahu dan Maha Menentukan, tapi sudah pasti semua manusia akan menuju tua, jika dianugerahi panjang umur pasti akan mengalami masa tua.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kini, hanya doa yang bisa kukirimkan, doa yang aku sendiri tak tahu apakah doaku akan terangkat ke langit, apakah malaikat mau membawa doaku untuk sampai ke hadapan Alloh SWT. Ampuni kami ya Robb.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;<strong>artikel ini di ikut sertakan dalam lomba blog #sukasuka di <a href="http://www.genksukasuka.com/" target="_blank">genksukasuka</a> yang di sponsori oleh bunda <a href="http://defidi.web.id/" target="_blank">desi</a>, <a href="http://gerhanacoklat.wordpress.com/" target="_blank">kakjuli</a> dan teh <a href="http://anny.blogdetik.com/" target="_blank">ani berta</a>&#8220;</strong></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwinaziz.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwinaziz.wordpress.com/5236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwinaziz.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwinaziz.wordpress.com/5236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwinaziz.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwinaziz.wordpress.com/5236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwinaziz.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwinaziz.wordpress.com/5236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwinaziz.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwinaziz.wordpress.com/5236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwinaziz.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwinaziz.wordpress.com/5236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwinaziz.wordpress.com/5236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwinaziz.wordpress.com/5236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=5236&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwinaziz.com/2012/04/30/pelajaran-dari-nenekku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21b54d70f1578ca52edf34bd9e9d4ad?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winerzi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/-9ELCcno_kJE/T3nlULGbCII/AAAAAAAAAak/WuiU0EIO69c/s1600/g.png" medium="image">
			<media:title type="html">lomba blog #sukasuka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang kita sombongkan?</title>
		<link>http://erwinaziz.com/2012/02/29/apa-yang-kita-sombongkan/</link>
		<comments>http://erwinaziz.com/2012/02/29/apa-yang-kita-sombongkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 21:24:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwinaziz.com/?p=5212</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, saya mendapat bingkisan berupa jilbab dengan motif batik dari seorang ibu. Beliau bekerja tak jauh dari tempat tinggal saya saat ini, beliau asli dari Banyumas &#8211; Jawa Tengah. Namanya ibu Atik. Ibu Atik bekerja merawat seorang nenek, karena anak-anak nenek (yang dia rawat) sibuk dengan keluarga dan pekerjaannya, maka membutuhkan tenaga orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=5212&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu, saya mendapat bingkisan berupa jilbab dengan motif batik dari seorang ibu. Beliau bekerja tak jauh dari tempat tinggal saya saat ini, beliau asli dari Banyumas &#8211; Jawa Tengah. Namanya ibu Atik. Ibu Atik bekerja merawat seorang nenek, karena anak-anak nenek (yang dia rawat) sibuk dengan keluarga dan pekerjaannya, maka membutuhkan tenaga orang lain untuk merawatnya, mereka tidak tega jika harus menitipkan nenek itu ke panti jompo. Rupanya ibu Atik baru saja mudik ke kampung halamannya Banyumas, dan saya diberi oleh-oleh jilbab. Sungguh saya tak menyangka ibu Atik begitu perhatiannya pada saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya bukan hanya kali ini saja ibu Atik berbuat baik pada saya. Sering beliau memberi saya makanan yang dia masak sendiri, mungkin dia tahu seberapa kesibukan saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sambil membuka bingkisan, dan saya mencoba memakai jilbabnya, saya iseng ngobrol dengan dengan ibu Atik.<span id="more-5212"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bu, ibu sepertinya sudah lama kerja ditempat itu. Kapan berhentinya? Kok, suami ibu mengijinkan segitu lamanya.&#8221; pertanyaan saya yang sebenarnya hanya iseng, tak ada yang di obrolkan. Saya pribadi sebenarnya tak suka menanyakan/mencampuri urusan orang lain, berhubung ini berhadapan langsung, saya jadi tidak enak jika hanya diam.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mau gimana lagi. Saya ini tulang punggung keluarga, suami saya cacat karena kecelakaan dan tidak bisa bekerja, anak saya sebentar lagi masuk SMP biayanya semakin mahal.&#8221; jawab ibu Atik dengan nada rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">Nafas saya seakan terhenti, saya terhenyak mendengar jawaban yang sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya. Aku terdiam, jadi salah tingkah, mau ngomong apalagi jadi bingung, bercampur dengan perasaan yang bergolak didada.</p>
<p style="text-align:justify;">Subhanalloh&#8230; begitu tegarnya dia menjalani hidup. Bisa saja sebenarnya dia meminta cerai pada suaminya, karena tak bisa memberi nafkah, tapi dia lebih memilih mempertahankan keluarganya walaupun dia yang harus berjuang sendiri untuk suami dan anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Astaghfirulloh&#8230; Engkau Maha Berkehendak yaa Alloh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Jika Engkau berkehendak, bisa saja hamba-Mu tiba-tiba lumpuh, bisa saja hamba-Mu tiba-tiba sakit, bisa saja tiba-tiba rumah terbakar, harta ludes, atau hal lain yang secara tiba-tiba. Lalu, apa yang kita sombongkan dari diri ini? Terkadang kita merasa paling pintar, tapi baru diberi cobaan bencana dari Tuhan, tak bisa apa-apa, hanya bisa nangis.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertemuan dengan ibu Atik waktu itu telah menyadarkanku, betapa kita ini sangat lemah, tak ada yang pantas disombongkan, ada kekuatan yang lebih dahsyat, sanggup melakukan apapun tanpa persetujuan dari kita.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Semoga sampean diberi kesabaran, Alloh pasti akan membalas keikhlasan ibu.&#8221; pesanku sebelum berpisah dengannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kita tidak lupa akan tujuan penciptaan kita :</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menghamba kepada-Ku.&#8221;</em> (QS. 51:56)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwinaziz.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwinaziz.wordpress.com/5212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwinaziz.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwinaziz.wordpress.com/5212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwinaziz.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwinaziz.wordpress.com/5212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwinaziz.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwinaziz.wordpress.com/5212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwinaziz.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwinaziz.wordpress.com/5212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwinaziz.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwinaziz.wordpress.com/5212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwinaziz.wordpress.com/5212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwinaziz.wordpress.com/5212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=5212&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwinaziz.com/2012/02/29/apa-yang-kita-sombongkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21b54d70f1578ca52edf34bd9e9d4ad?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winerzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Terbagi Menjadi Empat Tingkatan</title>
		<link>http://erwinaziz.com/2012/02/22/cinta-terbagi-menjadi-empat-tingkatan/</link>
		<comments>http://erwinaziz.com/2012/02/22/cinta-terbagi-menjadi-empat-tingkatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 05:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[macam cinta]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatan cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwinaziz.com/?p=5214</guid>
		<description><![CDATA[Pertama, cinta diri (al-muhibb linafsih), yakni orang yang hanya mencintai dirinya saja. Segala macam kebaikan, kesetiaan, pengorbanan, dan kesungguhan orang lain diukur dengan apakah berhubungan dengan kesenangan dirinya atau tidak. Cinta model ini, yang terendah kualitasnya. Kedua, adalah cinta kepada orang baik sepanjang kebaikan orang lain itu membawa kebaikan bagi dirinya (al-muhsin alladzi ahsana ilaihi). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=5214&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong>, cinta diri (al-muhibb linafsih), yakni orang yang hanya mencintai dirinya saja. Segala macam kebaikan, kesetiaan, pengorbanan, dan kesungguhan orang lain diukur dengan apakah berhubungan dengan kesenangan dirinya atau tidak. Cinta model ini, yang terendah kualitasnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong>, adalah cinta kepada orang baik sepanjang kebaikan orang lain itu membawa kebaikan bagi dirinya (al-muhsin alladzi ahsana ilaihi). Ia siap membayar cinta dengan cinta, kehangatan dengan kehangatan, pemberian dengan pemberian. Sebaliknya, jika orang itu menjadi dingin ia pun membalasnya dengan dingin, bahkan ia pun siap dengan kebencian manakala orang itu membencinya. Kualitas cinta seperti ini tak ubahnya seperti cinta pedagang, artinya ia siap memberi sebanding dengan apa yang ia terima, tak mau rugi.<span id="more-5214"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga</strong>, adalah cinta kepada orang baik meskipun ia tidak memperoleh apa pun dari orang baik itu. Kualitas cinta seperti ini seperti cinta seseorang kepada Nabi SAW atau kepada ulama terdahulu. Meski tak pernah berjumpa dengan mereka, ia mencintainya, ingin meniru kebaikannya, mau berkorban demi ide-idenya. Bahkan ketika mempunyai anak, ia memberi nama dengan namanya. Psikologi cinta orang seperti ini, terletak pada kepuasan memberi, bukan kepuasan menerima.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keempat</strong>, adalah cinta kepada kebaikan, tanpa embel-embel (al ihsan mahdlah). Bagi orang yang memiliki kualitas cinta seperti ini, kebaikan, ketulusan, kesungguhan, pengorbanan adalah suatu nilai yang bisa berpindah-pindah. Orang memang terkadang baik, tulus, dedikatif, tetapi suatu saat bisa berubah sebaliknya. Karena itu, orang yang memiliki cinta kualitas tertinggi ini tidak melihat orang, tetapi sifatnya. Sebagai misal, penjahat yang kemudian bertaubat lebih ia cintai dibanding ulama&#8217; yang murtad.</p>
<h6 style="text-align:right;">[Nur Hubbah]</h6>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwinaziz.wordpress.com/5214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwinaziz.wordpress.com/5214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwinaziz.wordpress.com/5214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwinaziz.wordpress.com/5214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwinaziz.wordpress.com/5214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwinaziz.wordpress.com/5214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwinaziz.wordpress.com/5214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwinaziz.wordpress.com/5214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwinaziz.wordpress.com/5214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwinaziz.wordpress.com/5214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwinaziz.wordpress.com/5214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwinaziz.wordpress.com/5214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwinaziz.wordpress.com/5214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwinaziz.wordpress.com/5214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=5214&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwinaziz.com/2012/02/22/cinta-terbagi-menjadi-empat-tingkatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21b54d70f1578ca52edf34bd9e9d4ad?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winerzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Quotes #7</title>
		<link>http://erwinaziz.com/2012/02/10/quotes-7/</link>
		<comments>http://erwinaziz.com/2012/02/10/quotes-7/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 05:02:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[quotes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwinaziz.com/?p=5071</guid>
		<description><![CDATA[Mata itu jendela hati, jika hati di penuhi amarah, maka mata akan memandang siapapun dengan marah, melihat orang duduk, marah, melihat orang berdiri pun marah, jika hati dalam keadaan benci, maka memandang siapapun akan benci, jika hati di liputi iri dengki, maka memandang siapapun akan iri, bahkan memandang seorang miskin yang tak punya apa-apa pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=5071&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mata itu jendela hati, jika hati di penuhi amarah, maka mata akan memandang siapapun dengan marah, melihat orang duduk, marah, melihat orang berdiri pun marah, jika hati dalam keadaan benci, maka memandang siapapun akan benci, jika hati di liputi iri dengki, maka memandang siapapun akan iri, bahkan memandang seorang miskin yang tak punya apa-apa pun akan iri, apalagi memandang orang kaya, jika hati sombong, maka memandang siapapun akan timbul penyombongan diri, dan seterusnya.<span id="more-5071"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Juga andai hati dalam keadaan tenang maka memandang siapapun, akan tenang, tak terbawa suasana, walau menghadapi orang yang marah, jika hati di liputi sabar, maka memandang siapapun akan sabar, walau di sakiti orang maka akan sabar, jika hati di liputi ikhlas, maka memandang siapapun akan rela, jika hati dalam kepasrahan tawakal, maka memandang keadaan apapun akan di penuhi kepasrahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi itulah yang di katakan Nabi jika segumpal darah itu baik, maka akan baik seluruh anggota badan, jika segumpal darah itu buruk maka akan buruk seluruh badan, sebab sudut pandang yang di hasilkan mata dari ungkapan hati kita, hati kita itu umpama motor penggerak, di mana mobil berjalan, jika motor penggerak ngadat, maka seluruh body motor sebagus apapun akan jadi ngadat, harus di dorong, menyusahkan yang menaiki, membuat macet jalan, dan mengganggu lingkungan, begitu juga hati yang ngadat. Maka betapa penting seorang punya hati yang bagus, bersih dari sifat tercela, yang kenyataannya tidak menguntungkan sama sekali bukan cuma bagi orang yang berinteraksi dengan orang yang punya hati ngadat, tapi juga sangat tidak menguntungkan bagi diri sendiri.</p>
<p style="text-align:right;">(Nur Hubbah)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwinaziz.wordpress.com/5071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwinaziz.wordpress.com/5071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwinaziz.wordpress.com/5071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwinaziz.wordpress.com/5071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwinaziz.wordpress.com/5071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwinaziz.wordpress.com/5071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwinaziz.wordpress.com/5071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwinaziz.wordpress.com/5071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwinaziz.wordpress.com/5071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwinaziz.wordpress.com/5071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwinaziz.wordpress.com/5071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwinaziz.wordpress.com/5071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwinaziz.wordpress.com/5071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwinaziz.wordpress.com/5071/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=5071&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwinaziz.com/2012/02/10/quotes-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21b54d70f1578ca52edf34bd9e9d4ad?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winerzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahaya Lisan</title>
		<link>http://erwinaziz.com/2012/02/09/bahaya-lisan/</link>
		<comments>http://erwinaziz.com/2012/02/09/bahaya-lisan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 19:50:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Love Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Bahaya lidah]]></category>
		<category><![CDATA[Bahaya Lisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwinaziz.com/?p=5005</guid>
		<description><![CDATA[Berkata-kata yang tidak berguna. Menghabiskan waktu untuk membicarakan berbagai hal yang sama sekali tidak mengandung manfaat. Padahal waktu dapat dianggap sebagai modal pokok hidup manusia untuk beramal saleh. Sekarang, waktu berharga itu dibuang-buang hanya untuk menyampaikan atau mendengarkan omongan-omongan tak bermanfaat, seperti senda gurau, berkhayal, mengada-adakan sesuatu agar enak diucapkan dan didengarkan, dan hal-hal negatif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=5005&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Berkata-kata yang tidak berguna. Menghabiskan waktu untuk membicarakan berbagai hal yang sama sekali tidak mengandung manfaat. Padahal waktu dapat dianggap sebagai modal pokok hidup manusia untuk beramal saleh. Sekarang, waktu berharga itu dibuang-buang hanya untuk menyampaikan atau mendengarkan omongan-omongan tak bermanfaat, seperti senda gurau, berkhayal, mengada-adakan sesuatu agar enak diucapkan dan didengarkan, dan hal-hal negatif lainnya.<span id="more-5005"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berlebih-lebihan dalam berkata. Memanjangkan kata-kata dan kalimat untuk maksud yang pendek agar dianggap indah dan fasih. Satu persoalan yang dapat diungkapkan dengan satu kalimat terdiri atas tiga empat kata, melebar menjadi sepuluh dua puluh kata, bahkan sepuluh dua puluh kalimat. Kelebihan lisan ini dianggap membahayakan karena membosankan orang yang mendengar, yang berakibat mengundang kekesalan dan kebencian. Juga kemungkinan menimbulkan salah paham.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahwa bahaya lidah itu besar. Tiada terlepas daripada bahayanya, selain dengan diam. Maka karena itulah, Agama memuji diam dan mengajak kepada diam. Nabi s.a.w. bersabda. (Man shamata najaa). Artinya: &#8220;Barangsiapa diam, niscaya ia terlepas (dari bahaya)&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. Al Mudatsir: 42 &amp; 45 , &#8221;Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?&#8221; &#8220;dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dari atsar (ucapan para sahabat), diantaranya, ialah: Abubakar Siddiq r.a. meletakkan batu kecil pada mulutnya, untuk mencegah dirinya dari berkata-kata. la menunjukkan kepada lidahnya dan berkata: &#8220;Inilah yang mendatangkan kepadaku hal-hal kebinasaan.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Isa a.s. bersabda: &#8220;Ibadah itu sepuluh bahagian. Sembilan bagian daripadanya pada diam. Dan sebagian lagi pada lari dari manusia.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi s.a.w. bersabda: &#8220;Sesungguhnya lidah orang mu&#8217;min itu dibelakang hatinya. Apabila ia berkehendak mengatakan sesuatu, niscaya dipahaminya dengan hatinya. Kemudian, dilalukannya dengan lidahnya. Dan lidah orang munafiq itu, dihadapan hatinya. Apabila ia bercita-cita akan sesuatu, niscaya dilalukannya dengan lidahnya dan tidak dipahaminya dengan hatinya.&#8221; Dirawikan Al-Kharaithi dari Al-Hasan AI-Bashari.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada orang yang meminta kepada Isa a.s. dengan katanya: &#8220;Tunjukilah kami suatu amalan, yang membawa kami masuk surga!&#8221;. Lalu nabi Isa a.s. menjawab: &#8220;Jangan kamu bertutur-kata selama-lamaya!&#8221;. Maka mereka menjawab: &#8220;Kami tidak sanggup demikian.&#8221; Lalu nabi Isa a.s. berkata: &#8220;Jangan kamu bertutur-kata, selain yang kebajikan.&#8221; Nabi Sulaiman bin Daud a.s. bersabda: &#8220;Kalau berkata itu perak, maka diam itu emas.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi s.a.w. bersabda: (Man sarra-hu an yaslama fal- yalzamish-shamta). Artinya: &#8220;Barangsiapa suka selamat, maka hendaklah ia membiasakan diam.&#8221; Dirawikan Al-Baihaqi dari Anas.</p>
<p style="text-align:justify;">Anas bin Malik berkata: &#8220;Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Tidaklah berdiri teguh (lurus) iman hamba Allah, sebelum berdiri teguh (lurus) hatinya. Dan hatinya itu tidak berdiri teguh (lurus) sebelum berdiri teguh (lurus) lidahnya. Dan tidak akan masuk surga, seseorang, dimana tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya.&#8221; Dirawikan Ibnu Abid-Dun-ya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sahl bin Sa&#8217;ad As-Sa&#8217;idi berkata: &#8220;Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Barangsiapa menjamin bagiku, apa yang diantara dua tulang rahangnya (lidah) dan yang diantara dua kakinya (kemaluan), niscaya akan aku jamin baginya surga&#8221;. Dirawikan Al-Bukhari dari Sahl bin Sa&#8217;ad.</p>
<p style="text-align:justify;">Jabir ra. berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya orang yang sangat saya kasihi dan terdekat denganku pada hari kiamat nanti adalah orang terbaik akhlaknya. Dan orang yang sangat aku benci dan terjauh dariku pada hari kiamat nanti adalah orang yang banyak bicara, sombong dalam pembicaraannya, dan berlagak menunjukan kepandaiannya.” (HR. At Tirmidzi).</p>
<p style="text-align:right;"><span style="text-decoration:underline;"><em>Nur Hubbah</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwinaziz.wordpress.com/5005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwinaziz.wordpress.com/5005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwinaziz.wordpress.com/5005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwinaziz.wordpress.com/5005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwinaziz.wordpress.com/5005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwinaziz.wordpress.com/5005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwinaziz.wordpress.com/5005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwinaziz.wordpress.com/5005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwinaziz.wordpress.com/5005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwinaziz.wordpress.com/5005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwinaziz.wordpress.com/5005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwinaziz.wordpress.com/5005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwinaziz.wordpress.com/5005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwinaziz.wordpress.com/5005/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=5005&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwinaziz.com/2012/02/09/bahaya-lisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21b54d70f1578ca52edf34bd9e9d4ad?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winerzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ghibah</title>
		<link>http://erwinaziz.com/2012/02/08/ghibah/</link>
		<comments>http://erwinaziz.com/2012/02/08/ghibah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 09:43:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Love Islam]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ghibah]]></category>
		<category><![CDATA[ghibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwinaziz.com/?p=4720</guid>
		<description><![CDATA[Bersabda Rasululloh SAW “Ghibah itu lebih berat dosanya daripada zina.” Allah SWT telah memberi wahyu kepada Nabi Musa AS, “Barang siapa mati dalam keadaan taubat dari ghibah maka ia adalah orang terakhir yang masuk surga. Dan barang siapa yang mati sebagai tukang ghibah maka ia adalah orang yang paling awal masuk neraka” ~ Ghibah: membicarakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=4720&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bersabda Rasululloh SAW “Ghibah itu lebih berat dosanya daripada zina.” Allah SWT telah memberi wahyu kepada Nabi Musa AS, “Barang siapa mati dalam keadaan taubat dari ghibah maka ia adalah orang terakhir yang masuk surga. Dan barang siapa yang mati sebagai tukang ghibah maka ia adalah orang yang paling awal masuk neraka”<strong><br />
</strong></p>
</blockquote>
<div style="text-align:justify;"><span id="more-4720"></span></div>
<div style="text-align:justify;">~</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p style="text-align:justify;"><em>Ghibah: membicarakan aib orang lain.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>orang yang berzina jika berdosa, lalu bertaubat kepada Alloh dengan taubat nashuha maka Alloh mengampuni taubatnya, tapi dosa orang ghibah, sekalipun dia bertaubat pada Alloh dengan taubat nasukha, sebelum orang yang di ghibahi memaafkan, maka dosanya tidak di ampuni Alloh.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>dan secara umum, manusia itu tak ada yang mau meminta maaf, karena membicarakan orang lain, jadi syaitan membisikan pada manusia, agar menganggap ringan dosa ghibah, terasa ringan karena di letakkan di lisan yang tak pernah kesleo, karena tak ada tulangnya, lalu di bisikan lagi rasa berat meminta maaf, maka dosa itu akhirnya terbawa mati, dosa di nilai berat, adalah karena beratnya menyadari dan beratnya mentaubati sehingga memasukan ke dlm neraka.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Nabi Muhammad SAW bersabda, “Hindarilah oleh kalian perbuatan ghibah . Karena ghibah lebih besar dosanya daripada zina. Seseorang terkadang berzina kemudian bertaubat kepada Allah Ta’ala dan diterima taubatnya oleh Allah. Sedang orang yang berbuat ghibah, dia tidak akan diampuni sampai orang yang dia ghibahi memaafkannya”. [ Ihya Ulumiddin, Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali, jilid 4, hal 411 ]</span></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah SAW pernah bertanya kepada para sahabatnya, “Apakah kalian tahu apa ghibah itu?”. Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasulnya lebih tahu”. Lalu dijelaskan oleh Nabi SAW, “ Ghibah adalah menyebut sesuatu yang ada pada saudaramu, yang bisa membuat ia tidak suka”, sahabat bertanya, “Bagaimana kalau yang aku sebut memang ada benar dalam saudaraku?”. Nabi menjawab, “Kalau benar ada, berarti kau telah menggunjingnya. Kalau tidak ada benarnya maka kau telah memfitnahnya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">“Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah orang seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” [QS. Al Hujurat: 12 ].</span></p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:center;"></div>
<div style="text-align:right;"><strong>Nur Hubbah</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwinaziz.wordpress.com/4720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwinaziz.wordpress.com/4720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwinaziz.wordpress.com/4720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwinaziz.wordpress.com/4720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwinaziz.wordpress.com/4720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwinaziz.wordpress.com/4720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwinaziz.wordpress.com/4720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwinaziz.wordpress.com/4720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwinaziz.wordpress.com/4720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwinaziz.wordpress.com/4720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwinaziz.wordpress.com/4720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwinaziz.wordpress.com/4720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwinaziz.wordpress.com/4720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwinaziz.wordpress.com/4720/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=4720&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwinaziz.com/2012/02/08/ghibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21b54d70f1578ca52edf34bd9e9d4ad?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winerzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al-Hikam; Berkawan dengan Orang Bodoh dan Orang Alim</title>
		<link>http://erwinaziz.com/2012/02/07/al-hikam-berkawan-dengan-orang-bodoh-dan-orang-alim/</link>
		<comments>http://erwinaziz.com/2012/02/07/al-hikam-berkawan-dengan-orang-bodoh-dan-orang-alim/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 10:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Love Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Al Hikam]]></category>
		<category><![CDATA[Berkawan dengan Orang Bodoh dan Orang Alim]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya memilih teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwinaziz.com/?p=4763</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Engkau bersahabat dengan orang bodoh tetapi tidak mengikuti hawa nafsunya, lebih baik bagi kamu daripada engkau bersahabat dengan orang alim, tetapi suka mengikuti hawa nafsunya. Tak mungkin ilmu itu dimiliki orang alim, apabila ia menyenangi hawa nafsunya, dan di mana letak kebodohan orang bodoh yang tidak menuruti nafsunya?&#8221; Bersahabat itu sangat penting, karena akan menambah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=4763&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><img class="alignright" src="http://erwinaziz.files.wordpress.com/2011/12/al-hikam.png?w=449&h=49" alt="" width="449" height="49" /><img class="aligncenter" src="http://erwinaziz.files.wordpress.com/2011/12/al-hikam1.png?w=604&h=112" alt="" width="604" height="112" />&#8220;Engkau bersahabat dengan orang bodoh tetapi tidak mengikuti hawa nafsunya, lebih baik bagi kamu daripada engkau bersahabat dengan orang alim, tetapi suka mengikuti hawa nafsunya. Tak mungkin ilmu itu dimiliki orang alim, apabila ia menyenangi hawa nafsunya, dan di mana letak kebodohan orang bodoh yang tidak menuruti nafsunya?&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span id="more-4763"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Bersahabat itu sangat penting, karena akan menambah dan meluaskan pergaulan dan meniadakan hidup kesendirian atau individual. Sebab pergaulan akan menghidupkan rasa solidaritas. Oleh karena itu, memilih teman bergaul diperlukan agar terhindar dari pengaruh jelek yang akan merusak pribadi seseorang, dan mengaburkan kesucian dari wajahnya. Demikian juga bergaul dengan orang berilmu yang saleh akan mendapatkan ilmu dan kesalehannya, sedangkan bergaul dengan orang bodoh dan rusak akan mendapatkan kebodohan dan kerusakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan teman sepergaulan yang paling baik ialah bergaul dengan orang bodoh tetapi berbudi pekerti baik dan saleh. Sebaliknya, sejelek-jelek pergaulan adalah bergaul dengan orang pandai, tetapi suka mengikuti hawa nafsu.</p>
<p style="text-align:justify;">Gambaran dari hadis Nabi Muhammad Saw. dalam bergaul diibaratkan pergaulan itu seperti berteman dengan penunggu tungku besi (tukang besi), dan penjual minyak wangi. Bergaul dengan penjaga tungku besi kita akan berbau asap yang merusak hidung dan kerongkongan kita. Sedangkan bila seseorang bergaul dengan penjual minyak, ia akan ikut menghirup wanginya minyak tersebut, walaupun bukan pemiliknya. Hanya orang yang arif dan saleh sajalah yang mampu memahami perumpamaan dari hadis Nabi Muhammad Saw.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang memilih teman bergaul sangat menentukan sifat dan akhlak seseorang. Seorang hamba yang menuju makrifat, selain memilih teman bergaul, juga wajib berhati-hati dalam pergaulan. Sebab hanya ada dua pilihan, akan terangkat ke tingkat <em>maqam</em> ketaatan dan makrifat, atau akan terjerumus ke lembah maksiat dan kerusakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi kadang-kadang terjadi orang-orang berilmu dan pemimpin umat terjerumus ke lembah hawa nafsu dan kemaksiatan, karena ilmunya tidak mampu melepaskannya dari godaan hawa nafsu. Barangkali orang bodoh tanpa ilmu, lebih mudah menghindari hawa nafsu dan langkah maksiat. Memang kadang-kadang kebodohan menyelamatkan. Kepandaian kadang-kadang membuat orang merasa mampu berhadapan dengan pengaruh dunia melalui ilmunya, akan tetapi ternyata ia lemah ketika berhadapan dengan dengan kenyataan. Mengapa? Karena kadang-kadang orang pandai merasa mampu lalu sombong, dan di saat sombong itulah nampak kelemahannya. Ia bisa terjebak masuk ke wilayah hawa nafsu, sadar atau tidak sadar.</p>
<p style="text-align:justify;">Hamba yang sedang berjalan menuju makrifat dan kesalehan serta keihsanan, perlu menempatkan dirinya dalam pergaulan penuh kewaspadaan. Kemudian memberikan kekuatan bagi diri dengan doa dan zikir, sedekah, selain ibadah wajib lainnya. Mengasyikkan diri dalam ibadah, dan bergaul dengan orang-orang saleh, para ulama, menjadi dasar penting bagi hamba yang sedang menuju makrifat.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendapatkan rida Allah dunia dan akhirat, maka hendaklah seorang hamba melakukan <em>riyadah</em> dan <em>mujahadah</em> terus menerus sehingga ia mencapai <em>maqam</em> makrifat yang bertahap dari waktu ke waktu sampai kepada kesempurnaannya. Menempatkan Allah di atas segala kepentingan duniawi dalam pergaulan hidup itulah jalan yang benar dari perjalanan si hamba mendekati Allah Swt.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwinaziz.wordpress.com/4763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwinaziz.wordpress.com/4763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwinaziz.wordpress.com/4763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwinaziz.wordpress.com/4763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwinaziz.wordpress.com/4763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwinaziz.wordpress.com/4763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwinaziz.wordpress.com/4763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwinaziz.wordpress.com/4763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwinaziz.wordpress.com/4763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwinaziz.wordpress.com/4763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwinaziz.wordpress.com/4763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwinaziz.wordpress.com/4763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwinaziz.wordpress.com/4763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwinaziz.wordpress.com/4763/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=4763&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwinaziz.com/2012/02/07/al-hikam-berkawan-dengan-orang-bodoh-dan-orang-alim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21b54d70f1578ca52edf34bd9e9d4ad?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winerzi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://erwinaziz.files.wordpress.com/2011/12/al-hikam.png" medium="image" />

		<media:content url="http://erwinaziz.files.wordpress.com/2011/12/al-hikam1.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dajjal</title>
		<link>http://erwinaziz.com/2012/02/06/dajjal/</link>
		<comments>http://erwinaziz.com/2012/02/06/dajjal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 20:52:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Love Islam]]></category>
		<category><![CDATA[dajjal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwinaziz.com/?p=4997</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan tentang dajjal di bawah ini aku salin dari forumnya mas Hubbah dan pernah aku salin ke catatan FB. Tulisannya menggunakan bahasa jawa. Dajjal wong siji, ciri-cirine rambut brintik, mripat mendulu 1, irunge koyo cucuk betet, neng bathuke ono tulisan Kaf fa&#8217; ro&#8217; , pertama ngaku wong suci, terus ngaku nabi, terus ngaku Tuhan, turune [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=4997&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Tulisan tentang dajjal di bawah ini aku salin dari forumnya mas Hubbah dan pernah aku salin ke catatan FB. Tulisannya menggunakan bahasa jawa.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dajjal wong siji, ciri-cirine rambut brintik, mripat mendulu 1, irunge koyo cucuk betet, neng bathuke ono tulisan Kaf fa&#8217; ro&#8217; , pertama ngaku wong suci, terus ngaku nabi, terus ngaku Tuhan, turune neng bumi kanggo nyubo imane wong islam, sebab nek dajal lewat kampung terus ngajak kampung mau nyembah dwekne nek ra gelem, sakkampung ketiban balak, entek mati kabeh, tanaman podo keserang penyakit njur podo mati, la nek kampung mau di jak nyembah dwekne podo gelem, kampung mau dadi makmur. Dewekne njelajah bumi, sehinggo akeh uwong esok iman sore kafir, <span id="more-4997"></span>dajal ora iso mlebu kota makkah karo madinah. Siji dino ono pemuda seng nemui dajal, &#8216;o iki to dajjal seng di ceritakne nabi Muhammad,&#8217; omonge wong mau, terus dajjal ngomong karo pengikute, &#8216;aku bakal mateni wong iki,&#8217; sak kolo nom noman kuwi di penggal gulune, terus dajjal omong maneh, saiki arep tak uripke maneh, sirahe wong mau di jukuk di sambung maneh, terus urip, tapi wong mau ngucap, ra gelem iman, terus karo dajjal arep di pancung, tapi ora iso.</p>
<p style="text-align:justify;">Dajjal neng bumi cuman 41 dino, 1 dino ono seng suwene setahun, 1 dino ono seng suwene sewulan, 1 dino ono seng suwene 1 minggu, trus nabi Isa di turunke teko langit, loro di apit 2 malaikat, di turunke neng cedake menoro tih syam, neng wajahe ono tetes-tetes banyu koyo mutiara, wong-wong kristen seng nyembah dwekne, adohe sak pendelengan moto njur podo mati kabeh, nabi isa marani dajjal, terus di pukul karo tongkate, nganti mati, terus ono imam mahdi, seng armadane gede banget ngebaki segoro, merangi wong-wong kafir, nabi Isa dadi makmume.<br />
Terus bendungane jud makjud jebol. jud makjud, kuwi siji kaum, seng ono telung kaum, siji kaum duwure sak klopo, siji kaum kupinge siji iso gae lemek turu, kuping siji iso gae kemul, nek liwat segoro, segoro di umbe njur banyune asat, nek liwat alas, alas di pangan dadi gundul, gajah singo opo wae di pangan, ngerangsek karo nabi Isa, hinggo nabi Isa di kepung neng nduwur gunung, njur nabi Isa ndungo supoyo Alloh musnahke jud makjud, terus Alloh nurunke uler neng awake jud makjud.</p>
<p style="text-align:justify;">Terus jud makjud podo mati, ndunyo kotor kebak bathane jud makjud, ugo kotorane seng duwure sak gunung-gunung, sak wuse jud makjud podo mati kabeh Alloh njur nurunke udan seng koyo udane zaman nabi Nuh, bathange jud makjud njur di gowo banjir, bumi dadi resik, sakwuse kuwi bumi tentrem, tanaman subur, wong urip makmur, nganti soko-soko podo di gawe soko emas, ono wong nduwe emas arep di sodaqohno, golek wong gelem nerimo sodakohe tapi raono seng podo gelem, sebab kabeh uwong sugeh, raono wong mlarat, bumi banget tentreme, sandang pangan ra kurang, zaman kuwi zaman keemasan. Sampek nabi isa kapundut/meninggal.<br />
Terus uwong podo kafir, teko perbatasan arab suddan metu keluk abang, keluk mau, nek wong kafir ngirup udarane, langsung kejed-kejed mati, nek wong Islam ngambu podo mabuk, bumi di penuhi keluk, kabeh tempat akeh gempa gunjang ganjing, terus teko arab muncul gegremetan seng nggowo ali-aline nabi Sulaiman, wong podo mabuk, siji bengi banget suwene, nganti wong seng biasa sholat tahajud, tangi bola bali nglakoni tahajud.</p>
<p style="text-align:justify;">Ngiro wektu iseh bengi, banjur sesuke srengenge muncul teko arah barat, kabeh wong kafir podo taubat, tapi lawang taubat wes ketutub, bumi ambrol, langit runtuh, kabeh lintang podo tubrukan, bumi korat karit sebab di tabrak planet liyo, wong kabeh podo mati, sampek malaikat pati banget sibuke nyabut nyowo, opo wae wes mati kabeh, kari malaikat pati dewe, njur Alloh ngutus malaikat pati nyabut nyawane dewe, malaikat pati njur nyabut nyawane, suarane nggembor, sebab songko larane, umpomo ono mahluk seng ijeh urip krungu suarane malaikat pati njerit, mesti langsung mati. Sebab songko mirise. Bumi komplang, ndunyo sepi, ora ono seng urip 1 sijio, ngunu kuwi terjadi zaman 500 tahun, njur gusti Alloh nurunke udan mani, Alloh nguripne poro malaikat, terus ngutus malaikat jibril supoyo njemput kanjeng nabi, malaikat jibril karo mikail tingak tinguk nggoleki pesareane kanjeng nabi, rodo angel sebab bumi roto, raono wit-witan, raono panggon metungul, raono panggon duwur, kabeh roto, njur ono sinar seng mancar teko bumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sinar iku nembus langit, njur ketok karo malaikat jibril. Njur di parani, bener kanjeng nabi, jeh tangi teko pesareane, jibril marani, kanjeng nabi ngibas-ngibaske awu teko badane, terus ngresiki awu seng nempel neng jidate, tapi ra gelem ilang. Terus karo jibril di omongi nek awu iku teko asare sujud. Wong-wong ugo podo mecungul teko lemah, koyo ale seng tuwoh mergo kesiram banyu udan, serngenge banget cedake, iyup-iyupan ora ono, wong kabeh podo bingung, podo wudho ra klambenan, kontal kantul, kotang koteng, panase ra jamak, podo ngantri kemriyek nunggu pengadilan, kabeh uwong podo wedhi karo kesalahane dewe-dewe podo kemringet, sebab panase serngenge, ono seng kringete sak kemiren, sak dengkul, sak dodo, ugo ono seng nglangi neng kemringete dwe, kabeh nunggu keadilan, kabeh njekitet, podo mlayu ora sabar, sebab teko banget panase .</p>
<p style="text-align:justify;">Neng oro-oro makhsar wong podo bingung, masa 3 atus tahun, ra klamben, sebab ora ono seng adol kaen, raono seng adol panganan, wes raono mati maneh, dadi anane kesikso panas seng ngentak-ngentak, sampek wong kafir podo ngucap, &#8216;wes nek arep di cemplungne neroko gek ndang di cemplungne,&#8217; ngirone panase neroko mesti ora luweh panas tinimbang makhsar.</p>
<p style="text-align:justify;">Wong seng nang kunu yo muacem2 bentuk lan kahanane, ono wong seng wetenge sak balai deso sebab kakean mangan barang kharam, ono seng lambene sak sawah sak kedok, sebab kakean ngucap olo lan nyumpah-nyumpah, pirang-pirang wong seng di rante, rantene luwih gede tinimbang rante kereta api, jin, menuso, syaitan, di kumpulno dadi siji, di kepung malaikat bumi siji sampai bumi pitu di kepung malaikat langit 1 sampek 7, nunggu pengadilan, njur wong podo ngguleki nabi Adam, njaluk safaat/pertulungan, kon ngadep gusti Alloh ben nang di khisaf/timbang amale.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi nabi Adam rumongso akeh dusane, dadi rawani ngadep Alloh, siji-siji nabi di jaluki safaat podo ora wani, sampek teko nabi Mukhammad, lagi Alloh paring safaat lan ijin nyafaati. Menuso mulai di timbang amale, di tekoni siji, cangkeme terkunci, nek di tekoni mlaku sikil seng jawab, nek di tekone soal kemaluan yo kemaluane seng jawab, walau di gegem rapet yo tetep nyuworo biyen di gawe opo, raono seng iso mbodoni, kabeh cetho terwelo-welo, nek biyen neng ndunyo akeh maksiate, neng kunu ra ono seng iso di delekake, anak nyalahne wong tuwane, podo nyalahne rame ra karuan, keadilan bener di tegakkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwinaziz.wordpress.com/4997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwinaziz.wordpress.com/4997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwinaziz.wordpress.com/4997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwinaziz.wordpress.com/4997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwinaziz.wordpress.com/4997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwinaziz.wordpress.com/4997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwinaziz.wordpress.com/4997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwinaziz.wordpress.com/4997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwinaziz.wordpress.com/4997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwinaziz.wordpress.com/4997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwinaziz.wordpress.com/4997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwinaziz.wordpress.com/4997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwinaziz.wordpress.com/4997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwinaziz.wordpress.com/4997/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=4997&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwinaziz.com/2012/02/06/dajjal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21b54d70f1578ca52edf34bd9e9d4ad?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winerzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dialog dengan Dosa</title>
		<link>http://erwinaziz.com/2012/02/05/dialog-dengan-dosa/</link>
		<comments>http://erwinaziz.com/2012/02/05/dialog-dengan-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 19:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwinaziz.wordpress.com/?p=3515</guid>
		<description><![CDATA[Cerpen dibawah ini kuambil dari sebuah majalah yang terbit pada tahun 2006, namun majalah tersebut sekarang sudah tidak terbit lagi. Ini adalah cerpen yang sangat saya suka dari sekian banyak cerpen yang pernah saya baca. Penulis cerpen ini adalah Muktiar Selawati. Agar tidak hilang, maka aku simpan diblog ini. *** Aku berlari. Tanpa sadar terus berlari. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=3515&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="border:1px outset #000000;background-color:#ffffff;width:580px;padding:5px;">
<p style="text-align:justify;"><em>Cerpen dibawah ini kuambil dari sebuah majalah yang terbit pada tahun <strong>2006</strong>, namun majalah tersebut sekarang sudah tidak terbit lagi. Ini adalah <strong>cerpen yang sangat saya suka dari sekian banyak cerpen yang pernah saya baca</strong>. Penulis cerpen ini adalah <strong>Muktiar Selawati</strong>. Agar tidak hilang, maka aku simpan diblog ini.</em></p>
</div>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Aku berlari. Tanpa sadar terus berlari. Tak pernah ada ujung. Sedangkan keringat mulai bercucuran membasahi seluruh badanku. Lemah kakiku tak kurasakan. Aku hanya ingin berlari darinya. Aku ingin menghindar! Aku menengok kebelakang. Ketakutan itu terus membayang dan terus mengejar, seperti roh yang masih melekat pada raga. Aku merasa takut.<span id="more-3515"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dan entah mengapa, aku tak mampu menepis rasa takut itu. Dia terus mengejarku. Sekarang, aku harus lari kemana? Ke ujung pulau? Dimana orang tak bisa mengikutiku! Ke tengah belantara? Dia nyaris menempelku. Ahh&#8230; aku ingin melepasnya. Tapi, tak bisa, sungguh tak bisa!</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pergi! Pergi dariku!&#8221; usirku, dan dia justru memasungku dengan keangkuhannya. Memasungku dengan beban yang entah berapa beratnya? Beratus kilo? Beratus ton? Keresahan kembali melanda jiwa dan sukmaku. Apa yang bisa kulakukan kini? Bersimpuh dengan kedua kaki yang lemah, badan lelah, mengatur nafas, yang entah sudah keberapa ratus kalinya aku hembuskan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku tak mampu memikulnya, meski dengan kedua pundakku!&#8221; berontak. Percuma.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Siapa kau? Kenapa terus mengikutiku?&#8221; sentakku bertanya. Melotot. Buas.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku adalah dosamu,&#8221; jawabnya tanpa beban. Hanya suara yang kudengar. Suara yang entah darimana datangnya. Mengusik telingaku, menjelma menjadi bayangan yang terus mengikutiku. Membuatku membelalakkan mata, yang sudah entah berapa lama tertutup. Bertanya-tanya dalam hati dengan ucapannya, yang kudengar tak masuk akal. Dosa mengikutiku? Untuk apa?</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dosaku?&#8221; menggeleng aku tak mengerti.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kemanapun kau berlari, aku akan terus mengejarmu. Dan pasti akan selalu menemukanmu!&#8221; keangkuhan ada pada ucapannya. Aku tak tahu siapa dia sebenarnya. Suara dari taman Surga? Ataukah suara dari pintu Neraka?</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tidak!&#8221; jeritku tertahan di kerongkongan. Tak ada yang mendengar. Tak ada yang peduli padaku. Kembali sunyi. Dosa? Siapakah Dosa? Dosa akan terus mengejarku? Terlalu banyakkah dosaku? Bertumpuk? Setinggi apa? Gunung? Sedalam apa? Samudera? Ah&#8230;, loncatan waktu berputar di dalam pikiranku, menjalar kemataku, terpampang seperti layar lebar,. Kulihat diriku. itukah aku?</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang wanita setengah baya, dengan kerut di wajahnya, menangis tersedu. Air matanya meretas. Itu ibuku! Kenapa dia menangis? Apakah menangis untukku? Pemandangan itu secepat kilat berlalu dari pandanganku. Dan berganti dengan pemandangan yang terasa mencabik jantungku. Seorang wanita menjerit, saat aku menempelkan pisau yang kubawa ke leher jenjangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sebuah mesin ATM. Aku merampok seorang wanita di sebuah mesin ATM! Itu kejadian dua hari yang lalu, saat aku membutuhkan uang untuk memenuhi kehausanku akan obat. Dan saat wanita itu mencoba berontak, aku menggoreskan pisauku, hingga darah tercecer membasahi bajunya. Aku terus saja berlari, meninggalkan wanita itu, yang telah roboh tak berdaya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Lihatlah, itu dosa!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku tahu&#8230; tak usah kau beritahu kalau itu dosa!&#8221; ucapku dengan garang.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku hanya mengingatkanmu,&#8221; balasnya dengan sinis.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pernahkan ingat pada Tuhanmu, saat kau berbuat dosa?&#8221; aku tertunduk mendengar pertanyaanya. Tiba-tiba saja aku menjadi tertegun. Ingatkah aku pada Tuhan? Dimanakah Tuhan berada, saat aku melakukan dosa? Kenapa Dia membiarkanku terperosok dalam lembah dosa? Lembah dosa? Dalamkah? Beribu meter? Berjuta meter? Atau bahkan tak mampu dihitung dengan angka?</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jangan salahkan Tuhanmu!&#8221; bentaknya, seakan tahu apa yang ada di pikiranku. Membuat nyaliku semakin menciut. Tak kupungkiri, aku yang semula tak gentar menghadapinya, kini bagai kerbau yang dicocok hidungnya. Aku menjadi takut. Takut pada suara-suara yang memenuhi telingaku, menjalar ke otak dan pikiranku.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kau pemuda tak berguna! Dua puluh tahun kehidupanmu, seperempatnya kau gunakan untuk hal yang tak berguna. Sampah, Dosa!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Memangnya siapa kau? Berani memakiku?!&#8221; sentakku.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketakutan yang sempat menjalari hatiku, telah sirna. Terbakar oleh emosi, mendengar omongannya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kau tidak lulus mendapakan ujian dari Tuhan. Kau tidak mampu mengendalikan hawa nafsumu, banyak dosa yang telah kau lakukan. Kau terbawa dalam bujukan makhluk-makhluk yang diharamkan Tuhan masuk kedalam surga.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Emosiku sirna, lenyap entah terbang kemana. Aku kembali bersimpuh, kali ini dengan retas air mata. Rasanya aku baru dibangunkan dari tidur lelap yang begitu panjang. Aku menangis. Untuk pertama kali aku meneteskan air mata. Demi sebuah dosa. Bukan! Bukan hanya sebuah dosa, tetapi mungkin sudah beribu-ribu dosa. Ke mana aku harus bersembunyi? Tak ada seorangpun yang bisa membantuku. Bahkan makhluk-makhluk yang telah menjerumuskanku ke dalam lembah dosa, tak mungkin bisa membantuku. Aku yakin mereka pasti sedang tertawa dengan pongahnya. Satu pemuda lagi tak berguna, berhasil mereka bawa menuju pintu neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">Mesin waktu berputar lagi. Dosa kembali membentangkan layar lebar untukku. Aku ingin sembunyi, tapi tak ada tempat untukku bersembunyi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Lihatlah kawan!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kali ini aku kembali melihat diriku. Menenggak minuman keras, memakai obat-obatan terlarang, kemudian mencuri. Sederet dosa terbentang dimataku. Ya Tuhan&#8230; Untuk pertama kalinya aku menyebut Asma-Mu. Duhai Zat Yang Maha Tinggi, ternyata begitu rendahnya diriku dihadapan-Mu</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kau lihat itu?&#8221; aku mengangkat wajah. Bentangan dosa yang pernah aku lakukan, menari-nari melewati mataku. Pencurian, obat-obatan, dan yang terakhir perampokkan yang nyaris menghilangkan nyawa orang. Bagai cahaya yang menusuk mataku, dan kini kurasakan pedih yang tak terkira. Mencabik kedalam sukmaku. Hatiku meronta, kembali mengingat dosa, yang ternyata tak terhitung lagi jumlahnya. Muntahan airmata yang terus mengalir menganak sungai, menyerupai buritan menutup di kedua kelopak mataku.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Astaghfirullah hal adzim,&#8221; istighfar terucap dari bibirku. Bibir dan mulut yang selama ini berbau segala macam minuman keras, penuh kata-kata dan segala umpatan kotor.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Haramkah aku ucapkan istighfar kali ini?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tak pernah ada kata terlambat untuk sebuah kata tobat.&#8221; Kedua telapak tanganku tengadah, ada sebuah permohonana pada Yang Kuasa. agar dosa bisa terhapus dari diriku. Agar aku bisa kembali melangkah dengan tenang, dijalan yang baru. Di jalan yang lebih putih, tanpa ingin lagi menginjak jalan yang hitam. Pekat! Yang membuat hatiku tertutup untuk sebuah rasa kemanusiaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Untaian doa kembali mengalir, terucap dari bibir kotorku. Bibir yang tak pernah memuja nama Tuhan, bibir yang tak pernah mengucap doa, bibir yang penuh kemaksiatan, penuh kalimat-kalimat kotor, bibir yang selalu menciptakan beribu-ribu kebohongan. Ah&#8230; begitu menjijikkan!</p>
<p style="text-align:justify;">Aku terus mengucap doa, walau ada ragu yang hinggap dihatiku. Masihkan Tuhan membuka jalan untukku?</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua kakiku yang terus melangkah, tak terasa kini tak mampu lagi menopang berat ditubuhku. Aku merasakan lelah yang teramat sangat, menuju kejalan Tuhan yang penuh ridho.</p>
<p style="text-align:justify;">Kurasakan tubuhku erat oleh sebuah pelukan. Siapakah yang penuh ketulusan mau memeluk manusia tak berguna sepertiku</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Anakku,&#8221; Ibu? Itu suara ibuku. Dimana dia berada?</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Anakku&#8230;&#8221; kali ini suaranya terdengar begitu dekat ditelingaku. Ibuku yang memeluk dengan kasih dan hangat tubuh dinginku. Ibuku yang selalu aku bentak, tiap kali tidak memberiku uang jika aku memintanya. Ibuku yang selalu menangis, tiap kali aku tak menghiraukan nasehatnya. Ibuku&#8230; yang ternyata menyayangiku!</p>
<p style="text-align:justify;">Otakku masih berputar. Kembali kulihat seorang wanita yang telah aku rampok di mesin ATM, dua hari yang lalu. Darah wanita itu mengalir dari leher yang telah kutoreh dengan pisau. Roboh! Dan aku berlari dengan suara tembakan yang terus mengejarku. Aku terus berlari dengan kepanikan yang tak terbendung. Tembakan peringatan kembali terdengar. Sama sekali tidak aku hiraukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kakiku terhenti saat&#8230; Dorr! Dua buah peluru dari pistol polisi yang mengejarku, menembus ke dadaku. Aku pun roboh. Tanpa sempat mengucap sepatah kata pun. Dengan dua lubang bekas peluru di dada, kemudian kurasakan darah yang terasa mengalir seperti air sungai. Kuusap dengan tanganku, bau anyir menyengat indera penciumanku. Dan hanya gelap kemudian menyelimuti mataku. Seorang residivis telah roboh oleh timah panas, hanya dalam hitungan detik.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tersentak, tersadar. Kali ini telingaku menangkap bunyi detak jantung. Apakah bunyi jantungku? Aku meraba dadaku. Rasanya tidak!</p>
<p style="text-align:justify;">Ibu menangis memelukku. Membisikkan sesuatu ke telingaku. Bisikan yang begitu menyejukkan, namun selalu aku lupakan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Allahu Akbar! Laa ila ha illallah, Tiada Tuhan selain Allah!&#8221; bibir tak berdaya itu ikut bergerak, menirukan kalimat-kalimat yang terlontar dari bibir tua sang ibunda.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Itulah dirimu!&#8221; suara itu kembali terdengar. Memaksaku menatap kembali sesosok tubuh pemuda tak berdaya, dengan infus yang bergelantungan di atasnya. Di tangan, hidung, dan mulutnya. Aku tak punya kekuatan untuk tetap menatapnya. Beribu rasa kasihan hadir di relung jiwa. Betapa miskinnya jiwa sang pemuda. Tak ada yang bisa dibanggakan darinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebanggaan untuknya sendiri, kebanggan untuk sang ibunda, kebanggan untuk negara apalagi kebanggaan untuk Tuhan. Bunyi mesin pendeteksi jantung mulai tak beraturan. Dan nampak kulihat, mulai menampakkan garis lurus. Sosok tubuh pemuda itu tak lagi bernyawa. Dengan diiringi tangisan sang ibunda, yang masih memberikan hangat peluknya, juga doa yang teriring ditelinganya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tertunduk, membuang wajah. Tak mau lagi menatapnya! Menyadari pemuda tak bernyawa itu adalah aku. Pemuda tak berguna, yang telah menyia-nyiakan seperempat hidupnya dengan hal yang tak berarti.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sayang&#8230;, kau tak bisa memperbaikinya,&#8221; suara itu terdengar lagi, menggelitik ditelingaku. Siapa dia sebenarnya? Dosa? Baru kusadari, aku telah berdialog dengan dosa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwinaziz.wordpress.com/3515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwinaziz.wordpress.com/3515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwinaziz.wordpress.com/3515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwinaziz.wordpress.com/3515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwinaziz.wordpress.com/3515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwinaziz.wordpress.com/3515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwinaziz.wordpress.com/3515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwinaziz.wordpress.com/3515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwinaziz.wordpress.com/3515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwinaziz.wordpress.com/3515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwinaziz.wordpress.com/3515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwinaziz.wordpress.com/3515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwinaziz.wordpress.com/3515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwinaziz.wordpress.com/3515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=3515&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwinaziz.com/2012/02/05/dialog-dengan-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>88</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21b54d70f1578ca52edf34bd9e9d4ad?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winerzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhlas</title>
		<link>http://erwinaziz.com/2012/02/04/ikhlas/</link>
		<comments>http://erwinaziz.com/2012/02/04/ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 01:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Love Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[tataran ikhlas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erwinaziz.com/?p=4441</guid>
		<description><![CDATA[Alloh tidak memandang amalan yang banyak, tetapi amalan yang ikhlas, sedangkan ikhlas itu rahasia Alloh. Semakin kau ikhlas, makin cepat dan tak terkira pahala yang di berikan Alloh, semakin kau ikhlas lagi maka makin cepat lagi dan makin tak terhingga pahala yang di berikan Alloh, lober, lebih, membanjir sampai di depan matamu. Tapi sering kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=4441&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#808080;">Alloh tidak memandang amalan yang banyak, tetapi amalan yang ikhlas, sedangkan ikhlas itu rahasia Alloh.<br />
</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Semakin kau ikhlas, makin cepat dan tak terkira pahala yang di berikan Alloh, semakin kau ikhlas lagi maka makin cepat lagi dan makin tak terhingga pahala yang di berikan Alloh, lober, lebih, membanjir sampai di depan matamu. Tapi sering kali orang telah merasa ikhlas, tapi malah sebaliknya, riak, ujub, maka setetes pun pahala tidak akan di dapat. Betapa pentingnya tau ikhlas itu bagaimana?<span id="more-4441"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Tataran Ikhlas itu di bagi menjadi  3</span> :</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong> Ikhlasnya abidin atau para ahli ibadah</strong></span>, yaitu ikhlasnya seseorang yang masih memandang apa yang di lakukan itu ibadah, lelaku yang kayak orang jual beli, ada ibadah, ada pahala. Ikhlas orang seperti ini adalah ikhlas yang umum, dan kurang tawadhu&#8217; terhadap Alloh, karena Alloh hanya di buat lewatan untuk mendapatkan pahala. Orang yang masih memandang ibadahnya, dan selalu mengharap-harap fadhilah/keutamaan2 ibadah, lha apa ibadah dia itu mampu melewati lintasan langit tuju. Untuk sampai pada Alloh saja masih dipertanyakan, sebab ibadah itu harus sampai pada Alloh agar memperoleh sah tidaknya ibadah dan berhak tidaknya orang yang menjalani untuk mendapat pahala.</li>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Ikhlasnya mukhibbin</strong></span>, ikhlasnya orang yang menjalankan ibadah karena bukan takut pada neraka, atau tak mengharap masuk surga, tapi melakukannya karena rasa cinta pada Alloh. Ikhlas seperti ini adalah ikhlas yang setandar, tapi masih belum sempurna, karena orang itu masih memandang ibadahnya, melakukan sesuatu karena kekasih. Sesuatu yang ada unsur KARENA, maka sesuatu itu masih ada muatan nafsu. Menunjukkan diri ada nilai di hadapan Alloh itu menunjukkan diri makin tak ternilai, semakin diri merasa ada nilai, maka semakin diri itu tak ada nilainya di hadapan Alloh. Sebab Alloh itu ROBB, Tuhan, sesembahan, bukan kesetandaran gender, bukan kekasih, tapi tuan. Bukan kita yang pantas mengsejajarkan diri menjadi kekasih, tapi biar Alloh yang menjadikan kita kekasih.</li>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Ikhlasnya arifin</strong></span>, para ahli ma&#8217;rifat, [tataran ikhlas yg harus kita capai] orang yang tau siapa dirinya, dan siapa itu Alloh. Kita itu hamba/budak, definisinya budak, seseorang yang menjalankan perintah majikan tanpa di bayar, karena diri telah di beli majikan, sadar atau tidak, kita ini ciptaan Alloh, jadi budaknya, kita di ciptakan untuk menjadi budaknya, jadi jangan harap balasan/pahala apapun .Jadi seseorang yang benar beribadah itu, tak melihat ibadah yang telah di lakukan, sebab itu bukan ibadah kita, tapi ibadahnya Alloh. Jika kita di cabut nyawa, tentu kita tak bisa ibadah, makanya kita bisa ibadah, karena apa-apa yang Alloh tempelkan di tubuh kita. Jadi haqiqatnya kita itu tak melakukan apa-apa jika Alloh tak memberikan kita kesempatan melakukan apa-apa, jadi tak layak jika kita mengharap pahala dari apa yang tidak kita lakukan.</li>
</ol>
<div style="text-align:right;"><span style="text-decoration:underline;"><em>Nur Hubbah </em></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erwinaziz.wordpress.com/4441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erwinaziz.wordpress.com/4441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erwinaziz.wordpress.com/4441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erwinaziz.wordpress.com/4441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/erwinaziz.wordpress.com/4441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/erwinaziz.wordpress.com/4441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/erwinaziz.wordpress.com/4441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/erwinaziz.wordpress.com/4441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erwinaziz.wordpress.com/4441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erwinaziz.wordpress.com/4441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erwinaziz.wordpress.com/4441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erwinaziz.wordpress.com/4441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erwinaziz.wordpress.com/4441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erwinaziz.wordpress.com/4441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erwinaziz.com&#038;blog=10317492&#038;post=4441&#038;subd=erwinaziz&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erwinaziz.com/2012/02/04/ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>70</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21b54d70f1578ca52edf34bd9e9d4ad?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winerzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
