Beranda > Coretan > Apa yang kita sombongkan?

Apa yang kita sombongkan?

29 Februari 2012

Beberapa waktu lalu, saya mendapat bingkisan berupa jilbab dengan motif batik dari seorang ibu. Beliau bekerja tak jauh dari tempat tinggal saya saat ini, beliau asli dari Banyumas – Jawa Tengah. Namanya ibu Atik. Ibu Atik bekerja merawat seorang nenek, karena anak-anak nenek (yang dia rawat) sibuk dengan keluarga dan pekerjaannya, maka membutuhkan tenaga orang lain untuk merawatnya, mereka tidak tega jika harus menitipkan nenek itu ke panti jompo. Rupanya ibu Atik baru saja mudik ke kampung halamannya Banyumas, dan saya diberi oleh-oleh jilbab. Sungguh saya tak menyangka ibu Atik begitu perhatiannya pada saya.

Sebenarnya bukan hanya kali ini saja ibu Atik berbuat baik pada saya. Sering beliau memberi saya makanan yang dia masak sendiri, mungkin dia tahu seberapa kesibukan saya.

Sambil membuka bingkisan, dan saya mencoba memakai jilbabnya, saya iseng ngobrol dengan dengan ibu Atik.

“Bu, ibu sepertinya sudah lama kerja ditempat itu. Kapan berhentinya? Kok, suami ibu mengijinkan segitu lamanya.” pertanyaan saya yang sebenarnya hanya iseng, tak ada yang di obrolkan. Saya pribadi sebenarnya tak suka menanyakan/mencampuri urusan orang lain, berhubung ini berhadapan langsung, saya jadi tidak enak jika hanya diam.

“Mau gimana lagi. Saya ini tulang punggung keluarga, suami saya cacat karena kecelakaan dan tidak bisa bekerja, anak saya sebentar lagi masuk SMP biayanya semakin mahal.” jawab ibu Atik dengan nada rendah.

Nafas saya seakan terhenti, saya terhenyak mendengar jawaban yang sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya. Aku terdiam, jadi salah tingkah, mau ngomong apalagi jadi bingung, bercampur dengan perasaan yang bergolak didada.

Subhanalloh… begitu tegarnya dia menjalani hidup. Bisa saja sebenarnya dia meminta cerai pada suaminya, karena tak bisa memberi nafkah, tapi dia lebih memilih mempertahankan keluarganya walaupun dia yang harus berjuang sendiri untuk suami dan anaknya.

Astaghfirulloh… Engkau Maha Berkehendak yaa Alloh…

Jika Engkau berkehendak, bisa saja hamba-Mu tiba-tiba lumpuh, bisa saja hamba-Mu tiba-tiba sakit, bisa saja tiba-tiba rumah terbakar, harta ludes, atau hal lain yang secara tiba-tiba. Lalu, apa yang kita sombongkan dari diri ini? Terkadang kita merasa paling pintar, tapi baru diberi cobaan bencana dari Tuhan, tak bisa apa-apa, hanya bisa nangis.

Pertemuan dengan ibu Atik waktu itu telah menyadarkanku, betapa kita ini sangat lemah, tak ada yang pantas disombongkan, ada kekuatan yang lebih dahsyat, sanggup melakukan apapun tanpa persetujuan dari kita.

“Semoga sampean diberi kesabaran, Alloh pasti akan membalas keikhlasan ibu.” pesanku sebelum berpisah dengannya.

Semoga kita tidak lupa akan tujuan penciptaan kita :

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menghamba kepada-Ku.” (QS. 51:56)

Komentar ditutup.