Bahaya Lisan

Berkata-kata yang tidak berguna. Menghabiskan waktu untuk membicarakan berbagai hal yang sama sekali tidak mengandung manfaat. Padahal waktu dapat dianggap sebagai modal pokok hidup manusia untuk beramal saleh. Sekarang, waktu berharga itu dibuang-buang hanya untuk menyampaikan atau mendengarkan omongan-omongan tak bermanfaat, seperti senda gurau, berkhayal, mengada-adakan sesuatu agar enak diucapkan dan didengarkan, dan hal-hal negatif lainnya.

Berlebih-lebihan dalam berkata. Memanjangkan kata-kata dan kalimat untuk maksud yang pendek agar dianggap indah dan fasih. Satu persoalan yang dapat diungkapkan dengan satu kalimat terdiri atas tiga empat kata, melebar menjadi sepuluh dua puluh kata, bahkan sepuluh dua puluh kalimat. Kelebihan lisan ini dianggap membahayakan karena membosankan orang yang mendengar, yang berakibat mengundang kekesalan dan kebencian. Juga kemungkinan menimbulkan salah paham. Continue reading

Ketika

ketika amanat tak ingin kulakukan

ketika apa yang mereka inginkan tak kuharapkan


saat itulah


ujian keikhlasan dihadapkan
untuk dilaksanakan


ketika aku ingin membersihkan hati ini
dari segala penyakitnya


maka


segala coba & goda akan datang silih berganti
untuk mengolah, membajak, membolak-balikkan hati ini
agar nantinya terbiasa
dengan sakit dan derita
sehingga segalanya tak dirasa


yang ada hanya kasih sayang-Nya
untuk meningkatkan keimanan kita
seberapa besar kita mencintai-Nya
dalam mengarungi takdir-Nya

[Erwin - 2012]