"ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan pada manisnya ucapan di bibir, tetapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya didalam do'anya."
      *Imam al Ghazali*

Pelajaran dari Nenekku

30 April 2012 9 komentar

lomba blog #sukasuka

Pagi itu, ibu mendengar ada sesuatu yang terjatuh, orang dirumah segera mencari ke arah suara. Ternyata nenek terjatuh di depan pintu kamar. Entah apa sebabnya, nenek yang sehari-harinya masih sehat segar bugar kemana-mana masih akas (lincah), tiba-tiba pagi itu tubuhnya roboh ke lantai. Kami pun segera berusaha untuk kesembuhannya dengan membawa nenek ke Rumah Sakit. Kata Dokter tak ada penyakit yang serius dalam tubuhnya, akhirnya setelah 1 minggu dirawat di Rumah Sakit, kami membawanya pulang. Read more…

Apa yang kita sombongkan?

29 Februari 2012 2 komentar

Beberapa waktu lalu, saya mendapat bingkisan berupa jilbab dengan motif batik dari seorang ibu. Beliau bekerja tak jauh dari tempat tinggal saya saat ini, beliau asli dari Banyumas – Jawa Tengah. Namanya ibu Atik. Ibu Atik bekerja merawat seorang nenek, karena anak-anak nenek (yang dia rawat) sibuk dengan keluarga dan pekerjaannya, maka membutuhkan tenaga orang lain untuk merawatnya, mereka tidak tega jika harus menitipkan nenek itu ke panti jompo. Rupanya ibu Atik baru saja mudik ke kampung halamannya Banyumas, dan saya diberi oleh-oleh jilbab. Sungguh saya tak menyangka ibu Atik begitu perhatiannya pada saya.

Sebenarnya bukan hanya kali ini saja ibu Atik berbuat baik pada saya. Sering beliau memberi saya makanan yang dia masak sendiri, mungkin dia tahu seberapa kesibukan saya.

Sambil membuka bingkisan, dan saya mencoba memakai jilbabnya, saya iseng ngobrol dengan dengan ibu Atik. Read more…

Cinta Terbagi Menjadi Empat Tingkatan

22 Februari 2012 Tinggalkan Komentar

Pertama, cinta diri (al-muhibb linafsih), yakni orang yang hanya mencintai dirinya saja. Segala macam kebaikan, kesetiaan, pengorbanan, dan kesungguhan orang lain diukur dengan apakah berhubungan dengan kesenangan dirinya atau tidak. Cinta model ini, yang terendah kualitasnya.

Kedua, adalah cinta kepada orang baik sepanjang kebaikan orang lain itu membawa kebaikan bagi dirinya (al-muhsin alladzi ahsana ilaihi). Ia siap membayar cinta dengan cinta, kehangatan dengan kehangatan, pemberian dengan pemberian. Sebaliknya, jika orang itu menjadi dingin ia pun membalasnya dengan dingin, bahkan ia pun siap dengan kebencian manakala orang itu membencinya. Kualitas cinta seperti ini tak ubahnya seperti cinta pedagang, artinya ia siap memberi sebanding dengan apa yang ia terima, tak mau rugi. Read more…

Quotes #7

10 Februari 2012 4 komentar

Mata itu jendela hati, jika hati di penuhi amarah, maka mata akan memandang siapapun dengan marah, melihat orang duduk, marah, melihat orang berdiri pun marah, jika hati dalam keadaan benci, maka memandang siapapun akan benci, jika hati di liputi iri dengki, maka memandang siapapun akan iri, bahkan memandang seorang miskin yang tak punya apa-apa pun akan iri, apalagi memandang orang kaya, jika hati sombong, maka memandang siapapun akan timbul penyombongan diri, dan seterusnya. Read more…

Bahaya Lisan

9 Februari 2012 30 komentar

Berkata-kata yang tidak berguna. Menghabiskan waktu untuk membicarakan berbagai hal yang sama sekali tidak mengandung manfaat. Padahal waktu dapat dianggap sebagai modal pokok hidup manusia untuk beramal saleh. Sekarang, waktu berharga itu dibuang-buang hanya untuk menyampaikan atau mendengarkan omongan-omongan tak bermanfaat, seperti senda gurau, berkhayal, mengada-adakan sesuatu agar enak diucapkan dan didengarkan, dan hal-hal negatif lainnya. Read more…

Ghibah

8 Februari 2012 10 komentar

Bersabda Rasululloh SAW “Ghibah itu lebih berat dosanya daripada zina.” Allah SWT telah memberi wahyu kepada Nabi Musa AS, “Barang siapa mati dalam keadaan taubat dari ghibah maka ia adalah orang terakhir yang masuk surga. Dan barang siapa yang mati sebagai tukang ghibah maka ia adalah orang yang paling awal masuk neraka”

Al-Hikam; Berkawan dengan Orang Bodoh dan Orang Alim

7 Februari 2012 3 komentar

“Engkau bersahabat dengan orang bodoh tetapi tidak mengikuti hawa nafsunya, lebih baik bagi kamu daripada engkau bersahabat dengan orang alim, tetapi suka mengikuti hawa nafsunya. Tak mungkin ilmu itu dimiliki orang alim, apabila ia menyenangi hawa nafsunya, dan di mana letak kebodohan orang bodoh yang tidak menuruti nafsunya?”

Read more…